“Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana” (Amsal 22:8a).
Temen gue kewalahan karena ia sama sekali belum bikin skripsinya, judul aja belum ada apalagi isinya. Karena pengumpulan skripsi mepet waktunya, ia nekad pengen duplikat skripsinya senior yang udah 3 tahun lalu lulus dari fakultas dan universitas yang sama. Gue udah ingetin jangan nekad karena kalo pake punya orang lain dan ketahuan ia malah bakal dapat masalah. Akhirnya ia mutusin untuk ambil skripsi orang lain dari universitas yang berbeda. Ia merasa aman meskipun gue dah ingetin kalo risikonya sama saja. Akhirnya ia serahkan skripsi yang 100% karya orang lain itu. Ternyata skripsi yang ia copy itu adalah milik ponakan dosen pembimbingnya yang mana saat itu dosen itu pula yang membantu ponakannya untuk membuat skripsi tersebut.
Youthers, temen gue diskors 1 semester bahkan nyaris di keluarkan dari fakultas. Tapi karena masih ada dosen yang bermurah hati, ia cuma diskors 1 semester doank. Hanya saja sejak itu ia gak pernah lulus skripsi hingga 3 kali skripsi dan akhirnya ia gak lulus kuliah dan jadi pengangguran. Gue bilang juga apa, kalo dia curang pasti dia celaka.
Well, kecurangan atau kebohongan hanya akan menuai bencana. Apakah kamu suka berbuat curang? Berhati-hatilah, jangan perah timbul niat untuk mencurangi atau menipu orang lain karena akibatnya sangat fatal. Kecurangan adalah dosa dan setiap perbuatan dosa selalu ada akibatnya. Yakub nipu Esau aja merasakan akibat dari perbuatannya, ia ditipu calon mertuanya berkali-kali dan menjadi orang pelarian bertahun-tahun. Yudas Iskariot nipu Yesus juga menuai akibat yang tragis. Mau nuai yang tragis? (vlo)
Think about it: Yang menabur kecurangan akan menuai bencana
Pray: Tuhan, berikan aku hati yang jujur yang tidak suka berbuat curang.