“Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Matius 7:5)
Saat saya sedang asyik menonton TV sambil menunggu antrian dokter, dua orang cewek lagi ngobrol sambil sesekali menilai setiap orang yang masuk atau keluar dari ruangan dokter. Ketika mereka melihat cewek kurus dan pucet maka itu dinilai punya penyakit parah dan punya dosa besar ama Tuhan. kalo yang keluar gendut banget maka mereka menyebutnya pasti penyakitnya karena korupsi. Kalo yang keluar cantik banget dan semampai maka mereka menyebutnya cewek matre dan suka mainin cowok. Pokoke mereka asal aja kasih penilaian tentang orang lain. Tanpa mereka sadari bahwa salah satu dari mereka kurus dan pucat sedangkan yang satunya kurus dan hitam. Apa gak sekalian aja kasih penilaian cewek yang kurus danhitam itu adalah cewek yang kebakar ama dosanya yang terlalu banyak.
Youthers, mulut itu ada kudu dijaga. Jangans asal menghakimi orang lain. Teman kena sakit bukan berarti dia punya dosa besar ama Tuhan. Teman yang MBA (married by accident) alias hamil di luar nikah gak mesti di katain kualat. Biarlah setiap orang bertanggungjawab dengan perbuatannya di hadapan Tuhan. gak usah ikut-ikutan menilai, menghakimi atau sok tahu dengan keberadaannya. Hanya Tuhan yang berhak menilai manusia dengan perbuatan dan akibat yang akan ia terima. Manusia cuma bisa diberi hak untuk menilai mana yang baik dan buruk, mengikuti yang baik, memberi nasihat, memberi saran dan membantu agar orang lain bisa lebih baik lagi. Bukannya menekannya dengan kritik pedas dan penghakiman kita yang kerap kali 100% salah!
Youthers, lebih baik lihat diri kita sendiri, perbuatan dan perkataan kita. Gak usah sibuk menghakimi orang lain. (ade)
Think about it: yang menghakimi akan dihakimi
Pray:Tuhan, ajar aku untuk melihat pada diriku sendiri sebelum aku menghakimi orang lain.