"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” (Matius 5:13)
Bagun pagi gue laper banget dan pengen masaka nasi goreng. Karena semua serba cepat dan buru-buru. Akhirnya selesai juga masakannya, gue mandi dan langsung sarapan untuk pergi kerja. Di saat perut gue laper banget, tiba-tiba selera makan gue hilang dan gak laper lagi. Gue lupa ngasih garam. Nasi gorengnya sama sekali gak ada rasa. Malah lebih enak air putih. Karena itu pula seharian juga selera makan gue rudak banget. Sama sekali gak ada rasa laper.
Youthers, rasa adalah segalanya. Semua makanan mesti pakai garam. Hidup juga perlu ada garamnya. Bagaimana kita hidup jika hidup itu sendiri gak ada rasanya. Hidup tanpa rasa inilah yang membuat kita merasa bahwa hidup kita ada artinya, biasa-biasa saja, gak ada warnanya, gak ada enaknya, pokoknya gak ada menariknya sama sekali. Dan jika sendiri hidup kita gak ada rasanya bagaimana kita bisa berbagi rasa dengan orang lain. Orang lain juga gak bakal tertarik untuk merasakan ‘rasa’ dalam hidup kita yang sama sekali gak bikin mereka suka. Mungkin kita malah jadi batu sandungan dan mereka jadi eneq liatin kita. Bayangin aja kalo anak Tuhan gayanya over, sombong, suka kritik yang melemahkan, suka bertengkar, suka yang porno-porno, ngomongnya gak bisa diatur dan sebagainya, apa ada orang yang suka? Kalo orang normal yah pasti gak mau cari teman yang seperti itu.
Youthers, jika Tuhan meminta kita untuk menjadi garam dunia maka kita harus bisa berbagi banyak rasa kepada sesama. Rasa yang enak dan memberkati. Gak menjadi batu sandungan melainkan menjadi teladan bagaimana hidup di dalam Tuhan. (vlo)
Think about it:Garam yang berfungsi akan dibuang dan diinjak orang
Pray: Bapa, aku mau menjadi berkat dan teladan bagi sesamaku dalam hal mengikut Engkau.