“Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.” (Ratapan 3:33)
Kalau dipikir-pikir secara manusia, firman Tuhan dan perkataan hamba-hamba Tuhan yang mengatakan bahwa semua kejadian pahit yang terjadi dalam hidup kita ada maksud baik Tuhan di balik semua itu, kayaknya bikin ragu dech. Coba lihat Yeremia dan Ayub, mereka mengutuk hari kelahiran mereka karena mereka sempat berpikir dimana sisi baiknya ketika Tuhan membiarkan kesusahan yang teramat parah terjadi dalam hidup mereka. Dimana sisi baiknya ketika seorang pembaca YOUTH kehilangan papanya yang adalah tulang punggung keluarga. Kasih Tuhan membuat ragu jika keadaannya semakin sakit seperti ini.
Youthers, jika Yeremia dan Ayub tidak mengalami masa-masa sulit dalam hidup mereka maka mereka tidak akan menjadi Nabi besar yang menjadi teladan bagi semua orang percaya. Jika salah stau teman kita pembaca YOUTH tidak kehilangan papanya makanya ia tidak akan belajar tentang bergantung kepada Tuhan, mandiri, dewasa secara iman dan dekat dengan Tuhan. Selama papanya ada, ia sama sekali gak pernah doa. Tetapi ketika papanya gak ada, setiap hari ia isi dengan doa, baca firman, bekerja (yang dulunya ia sangat malas), dan belajar banyak hal lagi dari Tuhan.
Youthers, memang sulit melihat dimana sisi baik dari rencana Tuhan jika hal yang kita alami meremukkan hati dan menyakitkan. Namun jika kita percaya bahwa tangan Tuhan selalu menopang maka mata rohani kita akan menyadari dan melihat sisi baik dari semua penderitaan yang kita jalani. Jangan pernah ragukan Tuhan dengan semua pekerjaan-Nya karena semua yang Ia lakukan membawa dampak sukacita yang dasyat buat anak-anak-Nya. (mat)
Think about it: Bila kita meragukan Tuhan, lalu siapa yang akan menolong kita?
Pray: Tuhan, aku ingin belajar untuk memahami semua kejadian buruk dalam hidupku.