Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Matius 6:8)
Suatu kali gue berkunjung di sebuah tempat. Gue melihat di sudut ruangan seorang anak laki-laki melipat tangan dan komat-kamit, layaknya orang sedang berdoa. Suaranya kadang-kadang terdengar oleh gue. Tiba-tiba seorang bapak lewat dan menyapanya, "Gitukan bagus kalo kau rajin berdoa!" Bapak itupun pergi dan meninggalkannya. Gak lama kemudian datanglah dua orang temannya. Mereka bercanda bla bla bla hingga keluar satu pernyataan dari anak laki-laki itu, "Makanya kayak aku rajin berdoa dimanapun aku berada. Meskipun kadang gak pengen banget doa. Tapi kudu eksis."
Youthers, aneh banget kalo kita mesti pamer di depan orang bahwa kita rajin berdoa apalagi doanya pake acara di depan umum. Kalo di gereja atau di persekutuan doa sih yah gak apa-apa. Kita gak usah pamer kalo kita ibadahnya rajin, gak usah pamer kalo kekristenan kita mantap. Kalung salib, menenteng alkitab dimana-mana, selalu menyebut nama Tuhan, gak akan jadi ukuran bagi Tuhan atau juga manusia untuk menilai betapa rohaninya kita. Kedekatan kita dengan Tuhan hanya bisa dinilai dari sikap, perbuatan dan perkataan kita. Kalo mau berdoa yah cari tempat yang nyaman yang gak perlu diliatin orang banyak.
Di sisi lain, jangan juga berdoa bertele-tele. Biar keliatan jago doa bahasanya dibuat-buat kayak puisi 100 halaman aja. Ngomong ama Tuhan itu santai, gak ngotot, gak pamer dan to the point. Tuhan ngerti koq apa yang kita perluka sebelum kita berdoa. (vlo)
Think about it : berdoa bukannya lomba baca puisi yang mesti ditonton banyak orang.
Pray : Roh Kudus, ajar aku cara berdoa yang benar.