“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:32)
Dulu, tiap kali liat orang yang mandang gue lama, rasanya gue pengen marah. Soalnya sebelumnya ada seorang teman yang suka mandangin gue lama trus langsung nyeletuk, “Kamu banci yah? Muka loe kayak laki-laki tapi setengah perempuan,” sambil tertawa. Jelas aja gue tersinggung. Pengen rasanya gue maki-maki dia. Tapi perkataannya itu bener-benar tertanam dalam otak gue dan bikin gue gak bisa mengampuni dia. Sejak saat itu pula, gue paling anti kalo ada orang yang liatin gue lama-lama. Kalo ada yang ngeliatin, gue pengen marah, gak sejahtera dan pokoke malas berhubungan dengan orang yang gak gue kenal. Hingga gue jadi orang yang gak bisa dekat dengan orang baru atau pun berinteraksi dengan orang baru. Hingga suatu saat, seorang hamba Tuhan melihat gue lama banget. Gue gak kenal dan dan juga gak berani marah. Dalam hati gue gak nyaman banget hingga hamba Tuhan itu bilang, “Kamu koq cantik?” Perkataan itu masih gak gue percaya hingga gue cerita tentang teman gue tersebut. Ketika gue didoakan dan mengampuni teman gue itu, gue jadi pede, gak malu kalo diliatin dan nyaman-nyaman aja meskipun diplototin hehehe.
Youthers, kudis kalo dibiarin atau disimpan akan menjadi borok dan merusak tubuh bahkan hingga diamputasi. Sakit hati kalo disimpan bisa jadi luka besar dan mengamputasi hidup kita. Jadi, dari pada kita sakit dan hidup kita gak sejahtera, jangan pernah menyimpan amarah atau dendam. Jangan pernah memelihara sakit hati. Lepaskan semua hal yang gak menguntungkan, cuek aja dengan celaan dan hinaan orang lain. Yang penting hidup kita benar maka everything it will be okay. (mat)
Think about it: Kudis koq dipelihara??
Pray: Tuhan, ajar aku untuk bisa mengampuni siapa saja tanpa menyimpan amarah.