“Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.” (Matius 12:13)
Tangan gue terluka terkena pisau. Darahpun mengucur. Gue panggil pembantu untuk mengambilkan gue obat luka dan plester. Ia menjawab, “Ya, bentar.” Bentarnya ternyata 10 menit dan darah gue udah habis banyak hingga gue pucat, lemes dan terkulai di lantai. Beberapa hari yang lalu juga gue tiba-tiba ketimpa tumpukan karton yang berat. Gue berusaha menahan sekuat tenaga sambil teriak minta tolong ama pembantu gue, “Ayo cepat ke sini.” Ia menjawab, “Iya non, bentar.” Bentarnya dia 5 menit, padahal dia cuma jarak 5 meter dari gue. Akhirnya tumpukan karton berat itu menimpa gue. Nolongin orang koq pake bentar, pake nunggu, pake ditunda, yah gue keburu celaka.
Youthers, ketika di hari Sabat atau di hari Minggu, ada banyak orang yang membutuhkan pertolongan Tuhan Yesus, Yesus gak pake acara nunggu atau menunda pertolongan-Nya. Ia langsung menolong dan memberi bantuan besar buat anak-anak-Nya. Hingga orang-orang yang ‘sok alim’ yang merasa bahwa hari Sabat itu kudus dan gak boleh bekerja atau melakukan mukjizat, menganggap bahwa apa yang dilakukan Yesus di hari Sabat adalah pelanggaran. Kalo di hari Sabat banyak orang kesusahan dan keskaitan, masakan Tuhan mesti nunggu hari senin dulu, keburu menderita tuh orang banyak.
Youthers, kita harus belajar dari Tuhan Yesus bahwa menolong orang lain gak perlu pake acara nunggu atau menunda-nunda apalagi kalo orang tersebut sangat membutuhkan pertolongan. Berilah pertolongan dan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan. Jangan menunda-nunda atau menunggu. Beraksi di saat tepat, jangantelat! (ade)
Think about it: Menderita sekarang koq bari ditolong besok?
Pray: Tuhan, aku tidak akan menunda-nunda untuk berbuat baik kepada orang lain.