Advertisement
Friday, 30 July 2010


EARLY EDITION

Salah satu tayangan  televisi yang saya gemari adalah ‘Early Edition’. Di dalam serial ini tokoh utamanya mendapatkan koran ajaib yang ‘dikirimkan’ oleh seekor kucing misterius. Koran ini selalu memberitahukan kejadian yang akan terjadi. Namun, justru karena ‘sudah tahu sebelum waktunya’, tokoh utama ini terjebak dalam permainan ‘menjadi Tuhan’. Dia ingin menyelamatkan sebanyak mungkin orang yang akan mengalami kecelakaan yang sudah dibacanya di koran esok yang terbit hari ini. Apakah dia selalu berhasil? Tentu saja tidak! Sebaliknya, tokoh utamanya sering terjebak oleh permainan kehidupan yang rumit dan sulit diurai. Mengapa? Karena satu kejadian bisa mengarah ke kejadian berikutnya. Jika satu persoakan diselesaikan, persoalan lain bisa saja timbul sebagai akibatnya.

Itulah sebabnya Tuhan tidak ingin kita mengetahui masa depan tanpa Dia izinkan. Ada beberapa penyebab. Pertama, kita jadi menjadi seperti Tuhan. Lihatlah Hawa. Dia tertipu oleh Iblis. Lihat tipuannya yang lihai: “Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: ‘Sekali-kali kamu tidak akan mati,   tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat’” (Kejadian 3:4-5). Kita harus tahu garis perimeter yang Tuhan ciptakan. Dia adalah pencipta dan kita ciptaan. Tidak ada ciptaan yang lebih hebat dari Penciptanya.

 

Kedua, jika kita tahu hari ini kita cenderung mengandalkan kekuatan kita sendiri. Teman tokoh dalam serial ‘Early Edition’ seringkali memanfaatkan ‘koran esok yang terbit hari ini’ itu untuk menang dalam jual beli saham maupun judi. Misalnya saja, dia tahu kuda mana yang akan menang dalam pacuan kuda sehingga bisa bertaruh dan menang. Orang yang menang mudah akan cenderung tamak. Dia pun tidak akan bijak memakai uang. “Easy come, easy go!” Misalnya, saat dia menang uang 5,5 juta dolar, dia dengan mudah membayar barang seharga 5,5 dolar dengan uang 100 dolar dan berkata, “You can keep the change!” Gaya hidup yang hura-hura dan pamer kekayaan.

 

Ketiga, kita tidak lagi berdoa dan minta tuntunan Tuhan. Mengapa? Toh kita sudah tahu hari esok. Apa yang perlu kita khawatirkan? Padahal, seringkali justru karena tahu hari esoklah kita justru takut. “Kekuatiran sehari, cukuplah sehari,” ujar Firman Tuhan. Saya percaya, justru saat kita bergantung kepada Tuhan dan minta tuntunan-Nyalah maka kita bisa hidup tanpa rasa khawatir yang berkelebihan. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris, ada 365 frase yang berbunyi, “Don’t be afraid!” Artinya, setiap hari selama setahun penuh Tuhan meminta kita untuk tidak kuatir.

 

Keempat, bahaya berikutnya dari pengetahuan dini ini adalah bahwa kita ingin mengatur jalan hidup kita sendiri. Kita tidak sadar bahwa jalan hidup kita terkait dengan orang lain. Jika kita beruntung di di atas penderitaan orang lain, apa sih kebanggannya? Secara perlahan tapi pasti, perasaan bersalah akan menggerogoti nurani kita dan membuat kita kehilangan damai sejahtera.

 

Kelima, Early Editon hanyalah rekaan manusia. Kita tidak tahu masa depan tanpa Tuhan izinkan. Biarlah yang misteri tetap menjadi milik Tuhan, sedangkan yang diberitahukan kepada kitalah yang wajib kita lakukan (baca: Ulangan 29:29). Apa yang sebaliknya kita lakukan?

 

Pertama, kita hidup di dunia ini dengan satu tujuan yang pasti, yaitu memuji dan memuliakan Tuhan. Tujuan utama dalam hidup ini adalah hidup yang punya tujuan! Tanpa tujuan, kita akan mudah dombang-ambingkan oleh berbagai kekuatan dan angin perubahan.

 

Kedua, kita serahkan jalan hidup kita ke dalam tangan-Nya. Biarkah Firman Tuhan menjadi pelita bagi kaki kita tdan terang bagi jalan kita.

 

Ketiga, kita serahkan hasilnya kepada Tuhan. Bukankah lebih aman mempercayakan masa depan ktia ke Dia yang tahu hari esok?

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 5 - 5 of 81
Program Ibadah