Sultan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah, adalah seorang raja, salah satu orang terkaya di dunia. Kekayaan Sultan, meningkat sebesar 90 euro (sekitar Rp. 1-juta lebih) setiap detiknya. Ini berarti kekayaannya permenit bertambah 5.400 euro (sekitar Rp. 60 juta lebih), 324.000 euro (Rp. 3,6 miliar lebih) per jam, 7.776.000 euro (sekitar Rp. 8,64 miliar lebih) per hari, atau 54.432.000 euro (Rp. 60,48 milar lebih ) per minggu. Ia hidup mewah dan kekayaannya berlimpah ruah, hampir seluruh perlengkapannya terbuat dari emas. Konon sejak kecil ia terbiasa makan dengan sendok terbuat dari emas. Pakaian yang dikenakan bersulam emas dan perak.
Istananya terdiri dari 1.788 ruangan yang dilengkapi dengan perabotan terbuat dari emas dan bertatahkan berlian, 257 kamar mandi yang dihiasai dengan emas dan perak, serta garasi yang dapat memuat 110 mobil.Istana tersebut memiliki 650 kamar mewah (“suite room”: seperti yang ada di hotel berbintang), masing-masing dilengkapi perabotan yang harganya tidak kurang dari 150.000 euro (sekitar Rp. 1,7 miliar).
Pesawat pribadi Sultan adalah pesawat termewah di dunia yang dihiasi dengan emas. Sultan juga memiliki pesawat Boeing 747 berharga ratusan juta dollar yang didesain (dirancang) ulang sebagai rumah dengan biaya sebesar 120 juta dollar (sekitar Rp. 1,1 triliun). Tambahannya antara lain tempat mandi dengan pusaran air (whirlpool bath) terbuat dari emas murni. Sultan juga memiliki 6 pesawat kecil dan 2 helikopter.
Ketika Sultan menikahkan puterinya, pestanya berlangsung selama 14 hari, menghabiskan biaya sekitar 5 juta dollar (sekitar Rp. 46 miliar lebih), dihadiri oleh lebih dari 25 kepala negara dan para kerabatnya.
Menurut majalah mobil Inggris “Autocar”, Sultan Brunei memiliki paling sedikit 5.000 mobil (bahkan kabarnya mencapai 7.000 mobil), total seharga 5 miliar dollar AS, di antaranya (Sumber: Wikipedia):574 Mercedes-Benze, 452 Ferrari,134 Konigsegg. 382 Bentley, 209 BMW, 179 Jaguar, 176 Porsche, 604 Rolls-Royce, 21 Lamborghini, 11 Aston Martin.
Bagaimanapun kaya-rayanya dia, namun ia hanya: tidur di atas satu tempat tidur, berkendaraan satu mobil, mendiami satu ruangan, menggunakan satu toilet, mengerjakan satu kegiatan untuk setiap saat. Saat melihat fotonya, wajahnya tampak kurang cerah dan kurang sehat. Sepertinya pikirannya penuh dengan beban. Mungkin ia terlalu banyak memikirkan kekayaannya, isteri-isterinya yang saling cemburu, anak-anaknya, saudara-saudaranya, teman-temannya, negara dan rakyatnya!
Bahan yang saya ambil dari Bestpictstuff dan Unique ini—yang dikirimkan Vivi kepada saya itu—sekali lagi menunjukkan bahwa uang tidak bisa membeli segalanya. Alkitab selalu benar.
Pertama, Tuhanlah sebenarnya pemilik seluruh harta kita. Kedua, kita datang dan pergi tanpa membawa apa-apa: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21). Ketiga, damai sejahtera itu hanya datang dari Tuhan: “Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.” (Pengkhotbah 5:11). Tuhan memang memberikan tidur nyenyak kepada orang-orang yang dikasihinya (Mazmur 127:2). Keempat, Tuhan menginginkan kita kaya seutuhnya: “Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, —dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami—demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini” (2 Korintus 8:7). Jika kita kaya seperti itu, alangkah indahnya hidup kita. Life is beautiful, isn’t it?