Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa bulan pertama di dalam kalender kita disebut Januari? Kata ‘Januari’ itu sendiri berasal dari bahasa Inggris ‘January’ yaitu bulan pertama di dalam kalender Gregorian yang terdiri dari 31 hari. Kata ini berasal dari kata ‘Janus’ yang adKedua, pada alah dewa romawi yang memiliki dua wajah. Di dalam mitologi Romawi, Janus disebut dewa permulaan. Dia memiliki wajah ganda karena yang satu menoleh ke belakang, yaitu ke tahun sebelumnya dan yang satu memandang ke depan, yaitu ke tahun yang akan terjadi. Jadi dewa ini merupakan penghubung, pintu, jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa sekarang. Pada tanggal 1 Januari, orang-orang Romawi mempersembahkan korban bagi Janus agar mereka diberkati di tahun itu.
Bagaimana dengan kita orang Kristen? Minggu lalu kita memberikan dua kali persembahan khusus. Pertama, pada ibadah tutup tahun, yaitu tanggal 31 Desember. Kedua, kita memberikannya pada kebaktian awal tahun, yaitu tanggal 1 Januari. Artinya, kita menutup tahun dengan memberikan ucapan syukur kepada Tuhan. Kata yang tepat adalah Eben-haezer, yaitu sampai di sini Tuhan menolong kita. Pada awal tahun, persembahan kita berarti, kita menyerahkan tahun 2009 ini ke tangan Tuhan agar Tuhan tetap memberkati kita.
Bulan Januari adalah waktu yang tepat untuk melakukan apa yang kita janjikan kepada Tuhan di tahun lalu. Kita sering menyebutnya resolusi tahun baru. Jika pada akhir tahun lalu berjanji kepada Tuhan untuk melakukan hal-hal yang berguna baik bagi diri sendiri, keluarga, pekerjaan maupun pelayanan, awal bulan merupakan waktu yang cocok untuk mewujudkannya di dalam tindakan nyata.
Bagi saya pribadi, karena saya menulis wow ini sebelum meninggalkan tahun 2008, maka saya pun membuat resolusi akhir tahun. Pada acara prayer breakthrough, Tuhan berbicara bahwa saya harus lebih banyak berdoa bagi orang-orang lain. Pada kesempatan itu, timbul di dalam hati saya untuk lebih lagi mendoakan orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan saya baik itu bapak, ibu gembala, para usher, worship leader, singer, pemain musik, staf administrasi, cleaning service dan setiap departemen yang ada di HFC maupun jemaat Tuhan. Saya ingin mendoakan Anda per kelompok itu. Nama-nama yang Tuhan ingatkan, akan saya masukkan dalam list doa saya. Kiranya Tuhan menolong saya mewujudnya niat saya ini.
Apa saja yang biasanya membuat resolusi kita gagal? Pertama, resolusi kita terlalu abstrak. Misalnya, saya akan lebih mengasihi Tuhan. Dalam bentuk apa? Kita perlu menguraikannya secara jelas. Misalnya, membaca Alkitab sekian pasal sehari. Berdoa sekian menit atau jam sehari dan sebagainya.
Kedua, resolusi kita terlalu muluk dan tidak reasonable, sehingga membayangkannya pun sudah negeri bagi kita. Misalnya, saya akan membaca setiap hari satu kitab di dalam Alkitab. Bagi pemula, tindakan ini cukup berat. Mengapa? Karena ada kitab yang pendek, tetapi banyak yang panjang. Jika Anda sampai pada kitab Tawarikh, Anda akan segera frustrasi karena cukup panjang dan hanya berisi nama-nama yang asing dan sulit dieja. Kitab Mazmur pun terdiri dari 150 pasal dan masing-masing pasang banyak ayat. Itulah sebabnya, lebih baik jika kita menentukan target yang bisa kita lakukan.
Ketiga, beritahu resolusi Anda kepada orang-orang yang Anda kasihi, sehingga mereka bisa mengontrol jika kita mulai malas melakukannya, serta menegur kita dengan lemah lembut dan bukan menghakimi. Selamat tahun baru! (Xavier)