Hati-hati dengan buku berjudul di atas. Saya mendapat kabar dari seorang sahabat bahwa buku ini berbahaya. Sekolah-sekolah di Amerika mendapat kiriman buku ini dari The Scholastic Book Club. Meskipun judulnya menarik dan tampak aman serta rohani, isinya perlu dipertanyakan. James Dobson, pendiri sekaligus pimpinan Focus on the Family, lembaga pelayanan yang menitikberatkan pada keluarga, mengatakan bahwa buku ini berbahaya. “It is devastating!” (sangat merusak) ujarnya. Orangtua, gereja dan sekolah-sekolah Kristen perlu waspada terhadap buku ini.
Sebagai orangtua, kita perlu memperhatikan apa saja yang anak-anak kita tonton di televisi, di bioskop, di internet, musik yang mereka dengarkan dan buku yang mereka baca. Dua buku yang belakangan ini beredar luas perlu dicermati. Pertama, Conversations with God (Bercakap-cakap dengan Allah) dan Conversation with God for Teens (Bercakap-cakap dengan Allah bagi Remaja) yang ditulis oleh Neale D. Walsch.
Dari judulnya, buku ini tampak tidak berbahaya, bahkan masuk ke dalam deretan buku laris versi New York Times selama berminggu-minggu. Mereka membuat pernyataan yang benar, “Don’t judge a book by its cover or title.” Saya pun setuju bahwa kita tidak bisa menilai, apalagi menghakimi, sebuah buku hanya karena sampulnya atau judulnya.
Penulisnya mencoba menjawab berbagai pertanyaan yang ditanyakan oleh anak-anak dengan menggunakan ‘suara Tuhan’. Meskipun demikian, ‘jawaban’ yang dia berikan tidaklah berdasarkan Alkitab dan bahkan bertentangan dengan Firman Allah yang tidak pernah salah. Contohnya, ketika seorang gadis bertanya “Mengapa saya lesbi?” jawabannya adalah bahwa gadis itu “dilahirkan seperti itu” karena faktor genetika (persis seperti Anda dilahirkan dengan kecenderungan memakai tangan kanan untuk segala aktivitas, bermata coklat dan sebagainya). Dia bahkan menyuruh gadis itu untuk ‘merayakan’ perbedaannya.
Seorang gadis yang lain mengajurkan pertanyaan, “Aku hidup bersama pacarku. Orangtuaku berkata bahwa aku seharusnya menikahinya karena aku hidup dalam dosa. Haruskah aku menikahinya?” Jawabannya adalah, “Kepada siapa engkau berdoa? Engkau tidak melakukan hal yang salah.”
Pertanyaan lainnya menanyakan tentang pengampunan dosa yang Allah lakukan. Dia menjawab, “Aku tidak mengampuni siapa pun karena tidak ada sesuatu untuk diampuni. Tidak ada yang namanya benar atau salah dan itulah yang telah saya katakan kepada setiap orang, jangan menghakimi orang. Orang telah memilih untuk menghakimi satu sama lain dan ini keliru, karena peraturannya adalah, “jangan menghakimi karena kamu akan dihakimi.” Bukan saja buku ini mengandung doktrin setan, tetapi juga melakukan kutipan Firman Tuhan yang salah.
Saya mencoba menghubungi teman saya yang ada di Amerika untuk mencoba mengecek buku ini. Itulah sebabnya sebelum saya mengecek sendiri isi buku ini, saya hanya bisa berkata, hati-hati. Namun, jika James Dobson—seorang hamba Tuhan yang terkenal reputasinya—mengatakan buku ini menghancurkan, maka kita patut menyimak omongannya. Apalagi jika kutipan pertanyaan yang dan jawaban yang disajikan itu benar, maka buku ini memang sangat berbahaya.
Saya teringat dengan sebuah folosifi yang mengatakan,”Apa yang engkau anggap baik, lakukanlah itu!” Nah, padahal apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Tuhan. Lalu, ukurannya apa? Alkitab. Jika buku itu bertentangan dengan Firman Tuhan, saya katakan, buku ini memang sesat dan menyesatkan. Apalagi jika buku ini mengutip ayat-ayat Firman Tuhan di luar konteknya, maka akan semakin berbahaya.
Mari perhatikan apa yang penulis Ibrani katakan, “Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar (dan baca, dari saya), supaya kita jangan hanyut dibawa arus” (Ibrani 2:1). Kiranya Tuhan memberi kita hikmat untuk membedakan apa yang baik, benar dan berkenan bagi-Nya. (Xavier).