|
Pada kebaktian Minggu, Samuel Duddy meminta jemaat untuk berdoa satu jam saja seperti yang Yesus anjurkan kepada murid-murid-Nya: “Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” (Matius 26:40).
Banyak orang yang menafsirkan kata ‘berjaga-jaga’ ini dengan berdoa. Jelas tidak salah, karena ayat berikutnya berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."” (Matius 26:41).
Untuk apa kita harus berjaga-jaga dan berdoa? Agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Frase penting di sini “roh memang penurut, tetapi daging lemah”. Apa yang dimaksud? Coba kalau kita bertekad untuk bersaat teduh, memuji dan memuliakan nama Tuhan serta berdoa pada dini hari, apa yang menjadi tantangan terbesar? Anda benar. Rasa kantuk.
Nah, kalau rasa kantuk itu menyerang kita, kita tidak lagi bisa berdoa panjang. Apa yang bisa kita lakukan? Pertama, pasang alarm di weker atau handphone kita. Terserah Anda mau setel jam 3 atau jam 4 atau jam 5. Segera bangun dan berdoa. Jika mata masih berat dan mau tidur lagi, jangan baringkan. Anda pasti akan ketiduran lagi. Sebaliknya, duduklah di atas tempat tidur atau di lantai. Jika tempat tidur membuat Anda tergoda untuk tidur kembali, duduk saja di kursi atau berlutut di lantai. Jika perlu, pindah ke ruang lain agar cobaan untuk kembali tidur terlepas. Kalau masih terasa berat, pergilah ke kamar mandi dan basahi mata Anda. Jangan mandi, karena Anda akan langsung segar dan tidak bisa tidur lagi. Karena saya memilih jam 3 pagi, maka kalau saya langsung mandi, di samping masuk angin, saya tidak bisa tidur lagi.
Kedua, berdoalah sesuai dengan petunjuk doa yang Yesus sendiri ajarkan. Ingat, akronim PRAY yang pernah saya tulis di WoW beberapa minggu yang lalu. Naikkan pujian, terima kasih dan ucapan syukur kepada Tuhan (Praise). Minta ampun atas kesalahan, pelanggaran dan dosa (Repent). Baru setelah itu meminta apa yang menjadi kebutuhan kita (Ask). Nah, di bagian ini, kita bisa berdoa syafaat bagi orang-orang lain, keluarga, baru kita. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan” (1 Timotius 2:1-2). Dengan kata lain, kita bisa memakai singkatan dari DOA itu sendiri, yaitu pertama-tama untuk Dia—Tuhan Yesus Kristus—kemudia Orang lain dan kemudian Aku. Ketika melayani persekutuan doa yang didirikan oleh komunitas Korea, saya diberi plakat dengan tulisan JOY. Singkatannya sama, yaitu Jesus first, Others second, and You third! Jika kita hanya berdoa untuk diri kita sendiri, percayalah, doa kita tidak akan lama. Saat saya berdoa untuk bapak ibu gembala, majelis dan usher serta jemaat, doa saya tidak habis-habis. Baru setelah itu kita menyerahkan hasilnya kepada Tuhan (Yield).
Ketiga, selingi dengan pujian dan penyembahan. Saya biasa memulai doa dengan memuji Tuhan dulu, meninggikan, memuliakan dan mengagungkan nama-Nya. Setelah doa, saya akhiri dengan menyanyikan lagu, misalnya, “Bapa terima kasih!”
Bagaimana kalau Anda tidak kuat satu jam? Mulai dengan 15 menit lebih dahulu dan tingkatkan terus. Menurut pengalaman saya, kalau kita membiasakan diri selama tiga minggu berturut-turut untuk bangun jam tiga, maka sebelum jam itu saya dibangunkan oleh Tuhan, sehingga alarm di hp saya untuk jaga-jaga kalau saya tidur terlalu nyenyak belum sempat berbunyi.
Bagaimana membuat variasi agar kita tidak jenuh? Percayalah, jika kita sungguh-sungguh berdoa, maka Tuhan akan menunjukkan kepada kita siapa saja yang perlu kita doakan. Di dalam kasus saya, biasanya selain orang-orang yang sudah saya sebut di atas, saya juga mendoakan orang-orang yang mengirim sms ke saya. Setelah semuanya saya doakan, Tuhan bisa ingatkan saya akan teman-teman tertentu baik di dalam kota maupun di luar kota, bahkan yang tinggal di luar negeri. Kadang-kadang di saat doa, Tuhan ingatkan saya akan seseorang dan saya kirim sms malam hari itu juga, kemudian meneruskan berdoa. Percayalah, kita memiliki Tuhan yang kreatif. Dia pasti menunjukkan siapa yang perlu kita doakan malam itu. Dan ... ajaib, waktu akan berlalu dengan cepatnya. Anda tidak akan terasa bahwa Anda sudah berdoa selama satu jam.
Selamat berdoa! Tolong doakan juga Bapak Ibu Gembala, Majelis, Usher, pendoa syafaat, aktivis, dan... saya dan keluarga juga dong! Justru kami yang melayani inilah yang harus sering didoakan. Bukankah begitu! |