Advertisement
Monday, 06 September 2010


Berpikir Sederhana

ANDA ORANG CERDAS?

Manusia Tuhan ciptakan sebagai makhluk yang paling cerdas di muka bumi ini. Meskipun demikian, setiap kita memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Coba test sederhana di bawah ini. Apa kesamaan di antara kata-kata yang tercetak di bawah ini?
Banana
Dresser
Grammar
Potato
Revive
Uneven
Assess

Bingung? Jangan cepat menyerah. Saya percaya, tanpa melihat kamus pun Anda tahu arti kata-kata itu. Mengapa kita bisa kebingungan menyelesaikan teka-teki yang sangat sederhana ini? Karena kita senang berpikir yang rumit-rumit. Saya percaya, banyak di antara Anda yang melihat deretan kata-kata itu mulai menerjemahkan kata-kata itu ke dalam bahasa Indonesia. Nah, ketika Anda mulai menerjemahkannya: pisang, meja rias, tata bahasa, kentang…. dan selanjutnya, Anda semakin bingung. Kok tampaknya deretan kata-kata ini tidak ada kesamaannya. Semakin kita pikirkan semakin sulit kita menemukan jawabannya.

Padahal, jawabannya sederhana, bahkan sangat sederhana. Sekarang, kalau Anda benar-benar menyerah, saya akan berikan jawabannya. Namun, jika Anda masih mau mencoba, jangan melirik jawaban ini: ambil huruf pertama dan pindahkan ke belakang. Setelah itu, baca kembali kata-kata itu, maka semua kata itu tidak berubah baik susunan hurufnya maupun artinya. Benar kan?
Teka-teka di atas mengajar kita tiga hal. Pertama, Tuhan meminta kita untuk berpikir sederhana: “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!” (Roma 12:16).

Kedua, kesombongan itu dosa: “Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa” (Amsal 21:4).

Ketiga, kecongkakan pasti mendapat konsekuensinya: “Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan” (Yesaya 2:12).

Keempat, jika kita merasa diri kita pandai, kita justru akan dipermalukan: “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat” (1 Korintus 1:27).

Kelima, marilah kita meninggikan Kristus saja!
 

 
<< Start < Prev 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Next > End >>

Results 68 - 68 of 87
Program Ibadah