|
“Berhentilah memikirkan kemiskinan sebagai kebajikan.
Tindakan itu merupakan keburukan yang umum terjadi. Pada dasarnya ada satu
masalah dalam hidup: kepenuhan. Pada dasarnya ada satu solusi: sirkulasi.
Karena itu, pemberian yang sistematis adalah praktik sangat kuat yang
mensyukuri setiap tahap dalam hidup kita, karena membuat kita tetap
menyelaraskan diri dengan kekayaan alam semesta.”
Ungkapan yang terkenal itu diucapkan oleh Catherine Ponder,
salah seorang pendeta wanita yang banyak mempelajari masalah rahasia kesuksesan
hidup menurut Alkitab. Penulis lebih dari selusin buku ini—di antaranya The Prosperity Secrets of the Ages, The
Dynamic Laws of Healing, The Millionaires of Genesis, The Millionaire Joshua, dan
The Prospering Power of Prayer—memang
selalu tertarik pada hubungan antara kerohanian dan kesuksesan seseorang. Saat
melayani sebagai pendeta di Unity Church, dia memutuskan untuk mempelajari
Alkitab, khususnya dalam hal kemakmuran, secara lebih saksama.
Wanita yang lahir pada tahun 1927 ini belajar pendidikan dan bisnis di North
Carolina sebelum memutuskan untuk menjadi pendeta
pada tahun 1958. Sejak itu dia melayani di berbagai tempat di belahan bumi
Amerika antara lain di Birmingham, Alabama,
Austin, Texas
dan San Antonio. Pada tahun 1973
dia pindah ke Palm Desert,
Kalifornia sampai masa tuanya.
Sejak masa kecilnya Catherina telah diajar untuk berpikir
bahwa “orang Kristen yang miskin adalah orang Kristen yang baik”. Namun,
setelah dia mempelajari Alkitab, dia tidak menemukan kebenaran itu. Semakin
dalam dia mempelajari Alkitab, dia semakin yakin bahwa Allah ingin memberkati
kita secara berlimpah.
Ketika Amerika dilanda resesi, jemaat yang dia pimpin
memintanya untuk memberikan panduan untuk hidup melewati krisis. Catherine
mulai mengajarkan bahwa pikiran seseorang akan menentukan jalan hidupnya.
Jemaatnya mengalami pembaruan sekaligus terobosan. Banyak di antara mereka yang
mendapatkan kenaikan penghasilan yang menakjubkan, promosi jabatan dan
hutan-hutang yang terbayar lunas. Dia menjawab pertanyaan jemaat “apakah
mencari kemakmuran itu perbuatan yang benar?”
Mereka mendasarkan pertanyaan itu dari Alkitab juga.
Bukankah Alkitab berkata, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.
Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain,
atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu
tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matius 6:24) dan “Murid-murid-Nya tercengang
mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku,
alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Markus 10:24).
Tantangan jemaatnya itulah yang membuatnya ingin membuktikan
bahwa Allah menginginkan kita kaya. Yang salah bukan kekayaannya itu tetapi
cara penggunaan yang tidak tepat. Menurutnya, tidaklah masalah kita menjadi
kaya asal cara mencari dan memakainya tetap sesuai Firman Tuhan. Dia pun
mengajarkan jemaat untuk memakai uangnya dengan bijak.
Catherine Ponder meyakinkan kita bahwa asal kita tahu bahwa sumber
kekayaan itu datangnya dari Tuhan, dan harus dipakai untuk kemuliaan-Nya, maka
justru seharusnya kita belajar untuk mencari kekayaan. Anak muda kaya yang
disuruh Yesus menjual seluruh hartanya itu karena dia masih terikat dengan
kekayaannya dan tidak memprioritaskan Tuhan. (Xavier, 50 Succes Classics karya Tom Butler-Bowdon).
|