| ROTI GOSONG & KENCING HITAM |
|
Ketika aku masih anak perempuan kecil, ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Dan suatu malam, setelah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari, malamnya ibu menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah. Kisah menyentuh yang dikirimkan seorang sahabat lewat Blackberry Message itu sungguh memberkati saya. Apalagi saya membacanya setelah mengajar MotherWise 2, program yang indah sekali untuk para ibu. Firman Tuhan yang berkata bahwa kasih itu menutupi segala sesuatu jadi lebih bermakna setelah membaca kisah di atas. Kita seringkali hanya bisa menyalahkan pasangan kita untuk hal-hal kecil, sedangkan hal-hal positif yang mereka lakukan bagi kita bagai uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Itulah sebabnya mengapa Yesus dengan keras menegur kita, “Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Matius 7:4-5). Seorang isteri dosen pernah mengeluh kepada saya bahwa suaminya seorang perokok berat. “Berulangkali saya mengingatkannya untuk berhenti, tetapi dia tidak menggubris saya,” ujarnya. Saya tahu niat ibu ini baik, tetapi dia melupakan satu hal. Jika suaminya kecanduan rokok, dia pun kecanduan kopi. “Jika saya tidak minum kopi, saya pusing,” ujarnya. Seorang temannya bahkan pernah berkata, “Kalau kencingmu hitam, baru kamu berhenti.” Artinya, kopi sudah mengikatnya. Jika kita minum kopi dalam batas yang wajar, tentu oke-oke saja. Saya pun kadang masih minum kopi di Starbuck. Firman Tuhan tidak pandang bulu. Apa pun yang membuat kita kecanduan, apalagi sampai terikat, harus kita lepaskan. Rasul Paulus katakan dengan tegas, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun” (1 Korintus 6:12). Seorang jemaat berkata, bahwa game online sudah mengikatnya dan dia ingin melepaskannya! Nah, bagaimana sikap terbaik? “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Galatia 6:1). |